Kejutan yang Terjadi di Liga 1 2018

Kejutan yang Terjadi di Liga 1 2018

Kejutan yang Terjadi di Bursa Transfer Liga 1 2018 Indonesia

Seperti musim-musim sebelumnya, ada beberapa kejutan yang terjadi di bursa transfer Liga 1 2018 meski tak ada lagi aturan marquee player. Berikut adalah rangkuman pemain yang mengalami migrasi pada Liga 1 Indonesia 2018 yang telah disediakan oleh liga1-indonesia.net

  1. Julian Faubert (Borneo FC)

    “Dari agennya yang tiba-tiba dapat nomor saya dari FIFA. Agennya ajak kami berkomunikasi karena kebetulan memang kami masih cari satu gelandang bertahan, kemudian dia menawarkan (Julian) Faubert,” ungkap Nabil Husein, Presiden Borneo FC, dilansir laman Goal Indonesia. “Saya sempat tidak percaya karena namanya baru kenal orang, tau-tau Faubert mau hadir sendiri di Yogyakarta [saat Borneo pemusatan latihan] untuk memperlihatkan kualitas. Saya pernah berpikir dia cedera, ternyata tidak sama sekali,” lanjutnya.

    Jika presiden Borneo sendiri pun tak pernah menyangka eks Real Madrid tersebut mau bergabung ke klubnya, kami selaku pecinta sepakbola lokal pun pastinya lebih terkejut. Masalahnya, desas-desus hilangnya regulasi marquee player sudah banyak digaungkan pasca musim lalu usai.

    Kedatangan Faubert tentu bukan lagi sebagai marquee player seperti Shane Smeltz untuk Borneo musim lalu, namun lebih kepada pemain asing reguler. Menarik tentunya menunggu kiprah Faubert musim ini dan bagaimana coach Iwan Setiawan memanfaatkan kemampuannya tersebut untuk skuat Borneo FC.

  2. Danny Guthrie (Mitra Kukar)

    Tetangga dari Borneo FC yang juga sama-sama dari Kalimantan, Mitra Kukar , secara mengejutkan memboyong Danny Guthrie. Musim lalu, Mitra Kukar memboyong eks Liverpool, Mohammed Sissoko dan sekarang eks Newcastle United lah yang Kukar boyong untuk memperkuat lini tengah mereka.

    Untuk beberapa hal, kerja dari scouting team dan negoisator dari Mitra Kukar patut dipuji – dalam artian, mereka mampu mendatangkan berbagai pemain yang di luar perkiraan kita semua. Sayangnya hal itu belum mampu mengangkat status Kukar dari tim papan tengah.

    Guthrie sendiri bisa dibilang tak pernah sama sekali keluar dari Inggris di sepanjang kariernya bersepakbola. Sekalinya hengkang, ia memutuskan untuk bergabung dengan tim Indonesia yang berada di timur jauh dari tanah kelahirannya di Shrewsbury, Inggris.

    “Saya memantau situasi Carlton Cole (musim lalu). Tapi setiap orang berbeda, dan itu sama sekali tidak membuat saya khawatir,” ungkapnya, seperti dilansir dari Planet Football.

    “Saya tidak meminta nasihat dari siapa pun. Saya langsung menerimanya, dan mempelajari pekerjaan ini. Menurut saya, setiap pemain akan mendapat keuntungan dari itu [bermain di luar negeri], terutama dari sudut pandang pengalaman hidup, menguji diri sendiri, membawa Anda keluar dari zona nyaman. Tapi setiap orang punya ambisi dan kebutuhan berbeda,” lanjutnya.

  3. Airlangga Sucipto (Persib Bandung)

    Satu golnya di 10 menit terakhir saat beruji tanding melawan Arema beberapa waktu lalu mungkin menjadi salah satu langkah yang baik bagi Ronggo untuk membungkam kritik yang dilayangkan untuknya.

    Ronggo memang pernah berseragam Persib beberapa tahun lalu, namun comeback-nya musim ini ke kota Bandung dianggap sudah terlalu tua untuk memperkuat lini depan Persib yang tumpul sedari musim lalu.

    Tak hanya Ronggo, kembalinya Eka Ramdani pun sempat dipertanyakan. Ronggo tahun ini berumur 32 tahun dan Eka berumur 33 membuat skuat Persib musim ini terkadang disindir oleh Bobotohnya sendiri sebagai Persib U-35.

    Untung saja, Persib juga merekrut darah muda seperti Muchlis Hadi dan penyerang asing anyar, Jonathan Bauman, untuk lini depan mereka. Tampaknya, Ronggo memang bukan dipersiapkan starter inti di Persib.

    Namun sebaliknya, Eka Ramdani malahan dipersiapkan untuk menjadi jenderal lini tengah Maung Bandung musim ini bersama Dedi Kusnandar.

  4. Cristian Gonzales (Madura United)

    “Banyak yang bertanya alasannya kenapa (Madura United rekrut Gonzales)? Hal itu karena Gonzales itu legenda sepakbola Indonesia,” kata Manajer Madura United, Haruna Soemitro, seperti dilansir laman Superball. “Gonzales adalah pemain bagus, dia adalah top skorer dan dia saya rasa masih layak untuk bersaing di level tertinggi,” lanjutnya.

    Keputusan Madura United merekrut El Loco – julukan Gonzales – dari Arema FC memang tepat. Meski sudah berusia 41 tahun, penyerang naturalisasi kelahiran Uruguay tersebut masih sanggup mencetak gol di pra-musim kemarin.

    Namun satu yang menjadi kejutan adalah, tak banyak yang menyangka ia pindah klub di usia sesenja ini karena banyak yang berpikiran El Loco akan menghabiskan kariernya di Arema.

    Namun, nasi sudah menjadi bubur. Ia tak lagi di Arema dan sudah menyeberang bersama Madura United yang masih mempercayai kapasitasnya meski hanya sekadar bermain dari bangku cadangan saja.

    Jangan heran jika nanti akhirnya ia mendapat julukan super sub bagi MU karena mampu mengubah laga saat menjadi pengganti sepanjang Liga 1 musim ini.

  5. Ferdinand Sinaga (PSM Makassar)

    “Hasil perbincangan dengan Ferdinand [kemarin] dia bersedia untuk mundur dari tim atas sebab tertentu,” ungkap Bibi Ramjani diwartakan laman Berita Harian. “Dia pemain bagus, serta bisa bertoleransi dengan kami.

    Namun mengingat isterinya akan melahirkan dalam sebulan ke depan, serta beberapa masalah lainnya, kami mencoba untuk memahami.”

    Tercatat baru lima kali bermain untuk Kelantan FA musim ini, Ferdinand Sinaga secara mengejutkan hengkang di tengah jalan dengan berbagai alasan.

    Setelah kabar tersebut menyeruak, akun resmi PSM Makassar, klub lamanya musim lalu, mengunggah foto Ferdinand dengan coach Rene Albert. The Dragon pun ternyata kembali ke PSM, setelah berpisah hanya beberapa bulan.

Related posts